Latest Entries »

Indonesia, bukan milik kami, karena kami hanya numpang di sini…

Indonesia, bukan tempat tinggal kami, dan bukan rumah kami. Kami hanya mengontrak di sini..Kami tidak mempunyai apa apa yang bisa kami klaim sebagai milik kami di sini. Kami tidak mempunyai kesempatan untuk berekspresi atau sekedar menunjukkan bahwa kami adalah salah satu orang; dalam negara yang bernama Indonesia yang memiliki hak untuk bicara dan berpendapat. Kami di kucilkan dan di asingkan di negeri kami sendiri yang bernama Indonesia.

Kami tidak di pandang sebelah mata oleh mereka..Hak kami sebatas menuliskan nama sebagai warga negara indonesia, tanpa ada pengakuan yang jelas.  Kami merasa ; kami masih belum menjadi warga negara  Indonesia. Kami merasa bahwa kami masih menjadi orang asing di tanah kelahiran kami sendiri. Mereka lebih mendominasi di Negara Ini.

kesewenang-wenangan yang mereka perbuat telah menyakiti hati kami..

Tuhan, Jika aku boleh meminta, beri aku kesempatan untuk hidup ke dua ku menjadi lebih baik lagi, ambil dan hilangkan semua sifat buruk yang sekarang melekat dalam hati dan jiwaku, berikan kepadaku sifat kenabian sebagaimana engkau berikan sifat itu kepada semua para Nabi Mu, ..

Tuhan,

Aku minta sedikit saja dari Engkau, tuntun aku menuju jalan lurus Mu supaya aku bisa melihat kebenaran yang engkau berikan kepada semua umat Mu,

Tuhan,

Dengar lah ..

Dzalim

Sebuah perkara kebenaran yang sengaja di plintir.dan disulap menjadi perkara yang samar, dan di klaim sebagai sebuah kebenaran yang harus diterima oleh publik, membodohi dan meracuni massa denang kata-kata racun dan mulut sabun. Bius penenang yang disuntikan kedalam jiwa-jiwa miskin yang kering aqidah dan mlarat pengetahuan, entah sampai kapan perbuatan ini terus berlanjut dan dan berjalan..sampai kapan!

Sebatas ini saja pengetahuanku, yang aku gelar dihadapanmu, wahai anak-anakku
Tidak terlalu banyak yang aku sampaikan, karena keterbatasan ruang yang ada pada simpanan ilmuku. Jika engkau meminta yang lebih, akan aku tunjukkan dimana tempat yang bisa kau timba ilmu, untuk menambahnya. Jangan terlalu menuntut akan sebuah kesempurnaan dari yang pernah aku berikan..cukup sudah kesempurnaan itu, datang dari keyakinan hatiku, bahwa apa yang telah aku berikan untukmu adalah sungguh-sungguh telah sempurna..jangan pula engkau meminta yang lebih baik dari yang pernah aku berikan kepadamu, karena apa yang aku berikan itu sudah yang terbaik menurut kata hatiku.
Jika disuatu hari nanti, engkau temukan ada yang salah dari apa yang aku berikan kepadamu, sesungguhnya itu bukan kesalahan yang datang dari ilmuku.. semua karena perjalanan waktu. Ingatlah bahwa waktu itu berputar dan terus berputar..dari perputaran itulah kemudian, sedikit demi sedikit menggeser nilai kebenaran yang sudah diyakini benarnya, untuk kemudian terjadilah kesepakatan untuk menyalahkan semua kebenaran itu..
Demikianlah anak-anakku,
Bahwa antara pengetahuan dan orang yang mencarinya, selalu tidak sejalan dan sepaham. Pengetahuan pada hakekatnya tidak nisbi atau relative. Dia eksis dan tidak akan pernah berubah dalam bentuk sejatinya wujud dimana ketika pertama kali ia menjadi sebuah pengetahuan dan ditemukan oleh manusia, sang pencari pengetahuan.
Akan tetapi ketahuilah bahwa; manusia adalah mahluk inovasi yang tumbuh bersama karsa dan keinginan yang baru. Maka ketika dia menemukan satu ilmu, lalu mereka memadukreasikan dengan temuan yang dulu-dulu, maka di sana terjadi kontradiksi yang tajam, antara menolak yang baru dan mempertahankan yang lama, atau membuang yang sudah ada, dan menerima yang baru. Demikian pertentangan itu selalu terjadi, yang pada akhirnya, kodrat manusia yang berdiri diatas napsu, tersebutlah yang kemudian memenangkannya. Yang baru kemudian masuk, menggantikan yang lama. Begitu dan begitu seterusnya,..
Untuk diketahui bahwa; laku manusia pada ilmu, sebenarnya bukan hak permanen karena mereka tidak memiliki hak patent untuk melanggengkan kepemilikan mereka. Ilmu akan terus dan terus berpindah…mereka akan selalu bergerak meleburkan yang lama, memunculkan yang baru, menggugurkan yang sudah diyakini, dan berusaha untuk melegalkan yang baru…
K ita tidak bisa memastikan, kapan pengetahuan itu akan berakhir, dan tidak bisa dijelaskan, kemana ilmu lam itu pergi dan menghilang.
Demikian yang bisa aku berikan kepadamu wahai anak-anakku, tetaplah konsisten dan tawadzu dalam mencari ilmu, ingatlah bahwa, ketawadzuan seseorang ketika mencari ilmu, akan membawa keberkahan yang besar. Jangan sungkan untuk bertanya, jika engkau tidak bisa, jangan malu untuk mengatakan tidak tahu jika memang engkau tidak tahu, dan jangan sungkan untuk menyampaikan kebenaran jika engkau sudah yakin bahwa engkau adalah benar….belajarlah berani pada jalan yang benar, takutlah pada kesalahan..artinya; ketika engkau merasa bahwa salah itu datan dari ucapanmu, maka segeralah untuk meminta maap, koreksi dang anti jika engkau bisa mengoreksinya, dan biarkan orang lain utuk membenarkan nya, jika memang engkau tidak bisa untuk membenarkannya…
Terakhir pesanku kepadamu, berbuat baiklah dengan ilmumu, belajarlah untuk menjadi orang bijak, dan adil pada ilmu, karena ketika kita sudah bisa berbuat baik dengan ilmu kita, sudah bisa berlaku bijak dan adil dengan ilmu kita, maka; perbuatan kita, akan terus menetes dan mengalir dalam alam kehidupan, yang pada akhirnya akan menjadi danau tenang bagi semua manusia. Camkan itu wahai anak-anakku…..camkan..
Terimakasihku atas segenap pengertianmu wahai anak-anakku.

Indramayu, Medio, April 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.